Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Unit Jurnal Ilmiah resmi menyelenggarakan Festival Olahraga dan Budaya Mahasiswa 2026 pada tanggal 31 Maret 2026. Acara yang berlangsung selama tiga hari ini menghadirkan berbagai cabang olahraga dan pertunjukan seni budaya yang melibatkan lebih dari 800 mahasiswa dari seluruh program studi. Inisiatif ini merupakan komitmen kampus dalam mengembangkan potensi akademik dan non-akademik mahasiswa secara holistik.
Kepala Unit Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Siti Nurhaliza, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan festival ini dirancang sebagai bagian integral dari pengembangan karakter dan kompetensi mahasiswa. “Kami percaya bahwa pendidikan tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan keterampilan sosial, kreativitas, dan kesehatan fisik. Festival ini menjadi platform bagi mahasiswa untuk mengasah bakat mereka sekaligus memperkuat kohesi antar fakultas,” ujar Dr. Siti Nurhaliza dalam wawancara eksklusif pada Selasa (25 Maret 2026).
Festival Olahraga dan Budaya Mahasiswa 2026 ini menampilkan berbagai rangkaian kegiatan yang komprehensif. Pada aspek olahraga, panitia menyiapkan kompetisi dalam cabang bola voli, futsal, badminton, tenis meja, catur, dan lompat jauh. Sementara pada sektor seni budaya, mahasiswa dapat mengikuti lomba penari tradisional Sulawesi, band musik, spoken word, fashion show, dan pameran karya seni rupa. Setiap cabang telah dipersiapkan dengan sistem penjurian yang profesional melibatkan dosen pembina dan praktisi di bidangnya masing-masing.
Koordinator pelaksanaan festival dari kalangan mahasiswa, Muhammad Rifky Pratama (23), mahasiswa Fakultas Teknik semester enam, mengungkapkan antusiasme tinggi dari berbagai unit kerja mahasiswa. “Persiapan festival ini melibatkan seluruh divisi kemahasiswaan mulai dari BEM, himpunan mahasiswa jurusan, hingga unit kegiatan khusus. Kami menerima lebih dari 95 pendaftaran tim dari berbagai fakultas. Semua peserta sangat antusias karena ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga sarana silaturahmi dan pembelajaran,” ujar Rifky dengan penuh semangat.
Dalam penjelasan lebih lanjut, Rifky menambahkan bahwa aspek pendidikan juga tertanam dalam setiap kompetisi. Misalnya, peserta cabang seni akan mendapat feedback langsung dari para juri profesional mengenai teknik, kreativitas, dan presentasi mereka. Demikian pula dengan cabang olahraga, panitia menyediakan sesi workshop dengan atlet berpengalaman untuk memberikan tips dan trik meningkatkan performa.
Universitas Muhammadiyah Kendari, yang berlokasi strategis di pusat Kota Kendari, telah mengalokasikan fasilitas terbaik untuk mendukung penyelenggaraan festival. Lapangan olahraga utama, studio seni, dan aula pertunjukan dibuka untuk penuh mendukung kelancaran acara. Rektorat juga telah memberikan dukungan finansial yang signifikan melalui anggaran pengembangan mahasiswa untuk memastikan setiap peserta mendapatkan pengalaman berkompetisi yang layak.
Dr. Hendra Wijaya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Kendari, mengungkapkan dedikasi pimpinan kampus terhadap program pengembangan mahasiswa. “Kesuksesan mahasiswa kami tidak diukur hanya dari nilai akademik, melainkan juga dari bagaimana mereka berkembang sebagai individu yang berkarakter, bertalenta, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Festival ini adalah investasi kami terhadap masa depan mereka,” jelas Dr. Hendra dalam konferensi pers pada hari Rabu (26 Maret 2026).
Lebih lanjut, Wakil Rektor menginformasikan bahwa beberapa pemenang terbaik dari festival internal ini akan didukung penuh untuk mengikuti kompetisi tingkat provinsi dan nasional. “Kami telah menjalin kerjasama dengan berbagai organisasi olahraga dan seni budaya di tingkat Sulawesi Tenggara. Pemenang festival kami akan mendapat kesempatan emas untuk mewakili universitas dan daerah di berbagai event prestisius,” tambah Dr. Hendra.
Partisipasi Aktif Mahasiswa dan Perspektif Mereka
Antusiasme mahasiswa terhadap festival ini tercermin dari tingginya tingkat partisipasi. Siti Rahmawati (21), mahasiswi Fakultas Pendidikan semester empat yang tergabung dalam tim voli putri Fakultas Pendidikan, menceritakan motivasinya mengikuti kompetisi. “Saya bergabung dalam tim voli sejak semester dua. Awalnya hanya hobi, tetapi seiring waktu, saya menyadari bahwa olahraga ini mengajarkan banyak hal tentang disiplin, kerja sama tim, dan mental yang kuat. Festival ini adalah kesempatan untuk membuktikan hasil latihan keras kami selama ini,” kata Siti dengan percaya diri.
Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Adi Pratomo (22), mahasiswa Fakultas Seni dan Desain yang akan memainkan gitar dalam pertunjukan band. “Sebagai seorang musisi, saya sangat bersyukur universitas menyediakan wadah seperti ini. Kita bisa showcase karya-karya kami, baik yang original composition maupun cover. Kompetisi musik ini juga memungkinkan saya untuk networking dengan musisi lain dari berbagai fakultas, bahkan dari universitas lain jika ada yang datang melihat,” ungkap Adi.
Sementara itu, Nurul Hidayah (20), mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial yang akan mempertunjukkan tari tradisional Sulawesi Tenggara dalam kategori penari solois, menghargai peran festival dalam pelestarian budaya lokal. “Tari Balumba dan Zapin adalah bagian dari identitas budaya Sulawesi Tenggara. Melalui kompetisi ini, saya berusaha menyebarkan kesadaran kepada rekan-rekan mahasiswa tentang pentingnya menjaga warisan budaya kita. Terlebih lagi, universitas memberikan dukungan dengan menyediakan kostum tradisional berkualitas dan pelatih yang berpengalaman,” jelas Nurul antusias.
Implikasi dan Dampak Positif bagi Pengembangan Kampus
Kehadiran Festival Olahraga dan Budaya Mahasiswa 2026 diproyeksikan membawa dampak positif yang luas bagi ekosistem kampus Universitas Muhammadiyah Kendari. Pertama, dari perspektif pengembangan mahasiswa, festival ini memberikan kesempatan emas bagi setiap peserta untuk mengaktualisasikan diri, menemukan minat dan bakat mereka, serta membangun confidence dalam berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
Kedua, acara ini memperkuat ikatan internal dalam komunitas kampus. Dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi, festival menciptakan momen kolaborasi lintas disiplin ilmu yang jarang terjadi dalam aktivitas akademik rutin. Hal ini berkontribusi pada pembentukan kultur kampus yang inclusive, suportif, dan saling menghargai.
Ketiga, festival ini juga menjadi kesempatan bagi universitas untuk showcase komitmennya terhadap pengembangan holistik mahasiswa kepada publik, stakeholder, dan calon mahasiswa. Citra positif universitas sebagai institusi yang peduli pada pengembangan karakter dan bakat mahasiswa akan semakin terkuat.
Dr. Siti Nurhaliza, yang juga bertanggung jawab atas kurikulum dan pengembangan mahasiswa, menjelaskan koneksi antara festival ini dengan misi akademik universitas. “Unit Jurnal Ilmiah kami tidak hanya fokus pada publikasi karya tulis ilmiah mahasiswa, tetapi juga menjadi koordinator pengembangan mahasiswa secara menyeluruh. Festival olahraga dan budaya ini adalah manifestasi dari visi kami yang mengintegrasikan kemampuan intelektual, kreativitas, dan kesehatan fisik dalam satu ekosistem pembelajaran,” ujar Dr. Siti.
Perencanaan dan Infrastruktur
Persiapan festival telah dimulai sejak tiga bulan sebelumnya dengan pembentukan panitia dari berbagai unsur kampus. Panitia terdiri dari 45 orang yang dibagi menjadi beberapa divisi, yakni divisi acara, divisi olahraga, divisi seni budaya, divisi logistik, divisi publikasi, dan divisi keamanan. Setiap divisi memiliki koordinator dan anggota yang berdedikasi tinggi dalam memastikan kelancaran acara.
Dari segi infrastruktur, Universitas Muhammadiyah Kendari telah mempersiapkan fasilitas berikut: Lapangan olahraga utama dengan kapasitas 2000 penonton, dua lapangan voli indoor, empat court badminton, dua meja tenis meja, aula pertunjukan dengan kapasitas 800 orang, studio latihan seni, dan area pameran seni rupa. Semua fasilitas telah diinspeksi dan dipersiapkan dengan standar keamanan dan kenyamanan yang tinggi.
Ketua panitia festival, Dr. Muhammad Rasyid, M.Si., menjelaskan bahwa setiap detail telah dipertimbangkan dengan matang. “Kami tidak hanya fokus pada aspek kompetisi, tetapi juga pengalaman peserta secara keseluruhan. Dari penempatan peserta, kualitas makanan, hingga sistem scoring yang transparan dan fair, semuanya telah kami rancang dengan cermat. Tujuannya adalah menciptakan suasana festival yang profesional namun tetap hangat dan personal,” ujar Dr. Muhammad Rasyid.
Pendaftaran dan Mekanisme Kompetisi
Pendaftaran peserta telah ditutup pada tanggal 20 Maret 2026 dengan total 95 tim yang mendaftar mencakup semua fakultas. Setiap tim minimal terdiri dari 3 peserta dan maksimal 15 peserta, tergantung jenis kompetisi. Biaya pendaftaran dijaminkan terjangkau, mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 150.000 per tim, dengan pertimbangan bahwa tujuan utama adalah partisipasi, bukan pencarian profit.
Mekanisme kompetisi dirancang berjenjang, dimulai dari babak penyisihan pada hari pertama (31 Maret), dilanjutkan babak semifinal pada hari kedua (1 April), dan babak final serta pengumuman pemenang pada hari ketiga (2 April). Setiap peserta akan diundi untuk menentukan urutan performa mereka secara fair dan transparan.
Panel juri yang dihadirkan merupakan kombinasi antara dosen spesialis di bidangnya dan praktisi eksternal. Misalnya, untuk cabang musik, panitia menghadirkan musisi profesional dari Jakarta dan Makassar. Untuk cabang tari tradisional, dihadirkan ahli tari dari Balai Kesenian Sulawesi Tenggara. Hal ini memastikan bahwa setiap penilaian dilakukan dengan standar yang profesional dan kredibel.
Harapan dan Visi ke Depan
Universitas Muhammadiyah Kendari menaruh harapan besar terhadap festival ini sebagai starting point bagi pengembangan program olahraga dan seni budaya yang lebih terstruktur di masa depan. Rencana jangka panjang termasuk pembentukan unit-unit kegiatan khusus untuk cabang olahraga prestasi seperti voli, futsal, dan bulu tangkis, serta dukungan bagi mahasiswa berprestasi untuk mendapatkan beasiswa atau dukungan finansial lainnya.
“Kami juga sedang mengembangkan kemitraan dengan klub-klub olahraga profesional dan organisasi seni budaya di tingkat nasional. Tujuannya adalah membangun pipeline talent dari universitas ke tingkat profesional. Jika mahasiswa kami memiliki potensi luar biasa, kami ingin memfasilitasi pengembangan karir mereka di bidang olahraga atau seni budaya,” jelas Dr. Hendra Wijaya.
Dalam konteks lebih luas, festival ini juga sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi universitas yang tidak hanya menghasilkan sarjana cerdas, tetapi juga individu-individu berkarakter, berbakat, dan memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Penutup
Festival Olahraga dan Budaya Mahasiswa 2026 yang diselenggarakan oleh Unit Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Kendari pada tanggal 31 Maret hingga 2 April 2026 merupakan bukti nyata komitmen institusi terhadap pengembangan holistik mahasiswa. Dengan melibatkan lebih dari 800 mahasiswa, menghadirkan fasilitas berkualitas, dan juri profesional, festival ini dijamin akan menjadi platform yang bermakna bagi aktualisasi diri mahasiswa.
Kehadiran festival ini juga membawa pesan yang kuat bahwa universitas adalah institusi yang menghargai keragaman talenta dan potensi mahasiswa. Baik dalam aspek akademik maupun non-akademik, Universitas Muhammadiyah Kendari terbuka dan mendukung setiap mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan mereka secara maksimal.
Melalui festival ini, diharapkan akan lahir generasi mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara fisik, kaya secara kreativitas, dan kokoh secara karakter—sehingga siap menjadi pemimpin dan penggerak perubahan positif di masa depan.
—
Penulis: Redaksi Berita Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari
Diterbitkan: 25 Maret 2026