KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari mengumumkan dimulainya fase pertama program pembangunan fasilitas dan infrastruktur kampus yang ambisius, dengan total investasi mencapai 150 miliar rupiah. Program yang dirancang untuk mencakup tiga tahun ke depan ini bertujuan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan dan penelitian, khususnya bagi Unit Jurnal Ilmiah kampus yang terus berkembang.
Pengumuman resmi dilakukan pada Rabu, 9 April 2026, dalam acara groundbreaking ceremony yang dihadiri oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, pejabat pemerintah daerah, serta ratusan civitas akademika. Lokasi acara berlangsung di area Kampus Utama Jalan Sultan Hasanuddin, Kendari, yang merupakan jantung operasional universitas.
Menurut data yang diperoleh oleh media kampus, program pembangunan ini mencakup beberapa proyek prioritas utama: renovasi dan perluasan Gedung Jurnal Ilmiah, pembangunan perpustakaan digital terintegrasi, konstruksi laboratorium penelitian terpadu, serta perbaikan dan modernisasi infrastruktur penunjang seperti sistem utilitas kampus, jaringan internet berkecepatan tinggi, dan sistem manajemen gedung pintar.
### Latar Belakang: Kebutuhan Infrastruktur yang Mendesak
Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi swasta terkemuka di Sulawesi Tenggara, telah melayani ribuan mahasiswa sejak didirikan pada tahun 1986. Seiring dengan meningkatnya jumlah mahasiswa dan program akademik yang terus bertambah, desakan akan fasilitas berkualitas tinggi menjadi semakin nyata.
Unit Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya, telah mengalami pertumbuhan signifikan dalam lima tahun terakhir. Jumlah publikasi ilmiah yang dihasilkan mahasiswa dan dosen meningkat 200 persen, namun fasilitas pendukung masih tertinggal. Ruang kerja redaksi jurnal yang sempit, peralatan komputer yang sudah usang, serta terbatasnya akses ke basis data jurnal internasional menjadi hambatan utama bagi pengembangan kegiatan penelitian.
“Kami melihat bahwa infrastruktur adalah fondasi dari setiap pencapaian akademik. Tanpa fasilitas yang memadai, tidak mungkin kita bisa bersaing dengan universitas lain,” ujar Dr. Bambang Sutrisno, M.Si., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, saat memberikan sambutan pada acara groundbreaking ceremony.
Studi kelayakan yang dilakukan selama dua tahun terakhir oleh tim manajemen universitas menunjukkan bahwa investasi infrastruktur akan meningkatkan efisiensi operasional hingga 45 persen dan membuka peluang akreditasi internasional bagi berbagai program studi.
### Rincian Program Pembangunan dan Alokasi Dana
Program pembangunan infrastruktur Universitas Muhammadiyah Kendari dibagi menjadi lima komponen utama dengan alokasi dana yang telah direncanakan secara matang.
Pertama, renovasi dan ekspansi Gedung Jurnal Ilmiah mendapatkan alokasi 45 miliar rupiah. Proyek ini meliputi perluasan area editorial office dari 200 meter persegi menjadi 500 meter persegi, penambahan ruang arsip digital, dan pembangunan ruang seminar khusus untuk diskusi penelitian. Desain gedung akan menggabungkan konsep ramah lingkungan dengan fasilitas modern yang mendukung kolaborasi antar peneliti.
Kedua, pembangunan perpustakaan digital terintegrasi memperoleh alokasi 38 miliar rupiah. Perpustakaan yang akan dibangun di lantai basement hingga tiga gedung baru ini dirancang untuk menampung koleksi buku fisik sebanyak 50.000 judul, dengan sistem manajemen perpustakaan berbasis teknologi artificial intelligence. Sistem ini memungkinkan mahasiswa dan dosen untuk mencari, meminjam, dan mengembalikan buku secara otomatis.
Ketiga, konstruksi laboratorium penelitian terpadu dengan investasi 40 miliar rupiah. Fasilitas ini akan dilengkapi dengan peralatan penelitian berstandar internasional, termasuk spektrometer, mikroskop elektron, dan instrumen analisis canggih lainnya. Laboratorium akan melayani seluruh program studi di universitas dan membuka peluang penelitian interdisipliner yang lebih luas.
Keempat, perbaikan infrastruktur penunjang dengan alokasi 22 miliar rupiah. Ini mencakup upgrade sistem distribusi listrik, instalasi panel surya untuk energi terbarukan, peningkatan kapasitas air bersih, dan renovasi saluran pembuangan air limbah sesuai standar lingkungan terkini.
Kelima, implementasi teknologi informasi dan sistem manajemen gedung pintar dengan dana 5 miliar rupiah. Investasi ini akan mengubah kampus menjadi smart campus dengan sistem monitoring energi real-time, kontrol akses berbasis biometrik, dan jaringan wifi 6 yang mencakup seluruh area kampus.
### Peran Strategis Unit Jurnal Ilmiah dalam Pengembangan Kampus
Kepala Unit Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Siti Nurhaliza, Ph.D., mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur ini akan membawa transformasi signifikan bagi penerbitan jurnal akademik kampus. Saat ini, Universitas Muhammadiyah Kendari mengelola enam jurnal ilmiah yang tersebar di berbagai program studi, dengan tingkat akseptansi artikel internasional yang masih rendah.
“Dengan fasilitas yang lebih baik, kami dapat meningkatkan kualitas editorial process, mempercepat publikasi, dan membuka akses ke database jurnal internasional yang lebih luas. Target kami adalah meningkatkan indexing jurnal kami di platform Scopus dan Web of Science dalam tiga tahun ke depan,” ungkap Dr. Siti Nurhaliza dalam wawancara eksklusif dengan media kampus pada 10 April 2026.
Unit Jurnal Ilmiah juga akan mengembangkan program pelatihan bagi redaktur, reviewer, dan calon penulis artikel ilmiah. Fasilitas ruang seminar baru akan dimanfaatkan untuk menyelenggarakan workshop penulisan artikel ilmiah, workshop peer review, dan seminar publikasi internasional setiap bulannya.
### Komitmen Pembiayaan dan Sumber Dana
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari menjelaskan bahwa pembiayaan program pembangunan berasal dari berbagai sumber. Sebagian besar dana berasal dari investasi internal universitas yang telah dialokasikan melalui rencana pengembangan jangka panjang. Sisanya akan didukung melalui kerjasama dengan lembaga donor pendidikan, pemerintah daerah, dan potensi bond financing yang sedang dalam proses negosiasi.
“Kami telah membentuk tim funding khusus yang bertugas mencari sumber pendanaan alternatif untuk memastikan seluruh proyek dapat berjalan sesuai jadwal. Hingga saat ini, kami telah mengamankan 70 persen dari total investasi yang diperlukan,” tambah Dr. Bambang Sutrisno.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, melalui Dinas Pendidikan Tinggi, juga telah memberikan dukungan pendanaan tambahan sebesar 15 miliar rupiah sebagai bagian dari komitmen mengembangkan pendidikan tinggi berkualitas di tingkat daerah.
### Dampak Jangka Pendek dan Jangka Panjang
Dampak jangka pendek dari program pembangunan ini sudah dapat dirasakan. Pertama, terciptanya lapangan kerja baru sebanyak 200 posisi, baik permanen maupun kontrak, untuk tenaga konstruksi, tenaga ahli, dan staf pendukung proyek.
Kedua, percepatan penyelesaian skripsi dan tesis mahasiswa diharapkan meningkat signifikan karena akses yang lebih mudah ke fasilitas penelitian dan sumber referensi. Saat ini, rata-rata waktu penyelesaian skripsi di universitas mencapai 18 bulan, yang lebih lama dari target ideal 12 bulan.
Ketiga, daya tarik universitas bagi calon mahasiswa domestik dan internasional diproyeksikan akan meningkat. Fasilitas modern dan reputasi penelitian yang lebih baik akan menjadi value proposition yang kuat dalam persaingan pasar pendidikan tinggi.
Dampak jangka panjang lebih strategis dan substansial. Pertama, universitas akan mencapai status akreditasi internasional yang lebih tinggi, membuka peluang mahasiswa untuk mengikuti program pertukaran pelajar dan dual degree dengan universitas partner di luar negeri.
Kedua, peningkatan produktivitas penelitian akan menghasilkan publikasi ilmiah dalam jurnal bereputasi tinggi, yang akan meningkatkan ranking universitas di tingkat nasional dan regional. Saat ini, Universitas Muhammadiyah Kendari berada di peringkat 150 dalam ranking universitas nasional; target adalah masuk dalam top 100 dalam lima tahun.
Ketiga, kolaborasi riset dengan industri dan lembaga pemerintah akan meningkat, membuka peluang untuk penelitian yang aplikatif dan menghasilkan inovasi yang berdampak ekonomi. Fasilitas laboratorium terpadu akan memfasilitasi joint research dengan sektor swasta.
### Respons Stakeholder Kampus
Reaksi civitas akademika terhadap program pembangunan ini secara umum sangat positif. Ketua Senat Mahasiswa, Rafif Ahmad Wiranto, mahasiswa program studi Teknik Informatika angkatan 2023, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif ini.
“Sebagai mahasiswa, kami sangat menantikan fasilitas baru, terutama perpustakaan digital dan laboratorium penelitian. Ini akan sangat membantu kami dalam menyelesaikan tugas akhir dan melakukan penelitian berkualitas tinggi. Kami berharap infrastruktur baru dapat digunakan mulai tahun akademik 2026-2027,” kata Rafif Ahmad Wiranto.
Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Dr. Hendra Wijaya, M.Si., melihat potensi besar dari fasilitas jurnal dan publikasi yang diperbaharui. “Saya sangat optimis bahwa dengan fasilitas yang lebih baik, mahasiswa kami dapat menghasilkan tulisan ilmiah yang lebih berbobot. Dalam jangka panjang, ini akan meningkatkan reputasi program studi kami,” ujarnya.
Guru besar di bidang teknik lingkungan, Prof. Dr. Ir. Sutrisna Wijaya, M.Eng., juga memuji desain ramah lingkungan dari proyek pembangunan. “Penggunaan panel surya dan sistem manajemen air yang baik menunjukkan komitmen universitas terhadap sustainability. Ini sejalan dengan misi Muhammadiyah untuk menjaga kelestarian lingkungan,” tambah Prof. Sutrisna.
### Jadwal Pelaksanaan dan Milestone
Program pembangunan telah dirancang dengan timeline yang jelas dan terukur. Fase pertama (April 2026 – Desember 2026) fokus pada perizinan lengkap, mobilisasi kontraktor, dan persiapan lahan. Target penyelesaian fase ini adalah dimulainya konstruksi aktif pada Januari 2027.
Fase kedua (Januari 2027 – Desember 2027) merupakan periode konstruksi utama untuk semua proyek. Milestone penting termasuk penyelesaian struktur bangunan baru pada bulan Juni 2027 dan penyelesaian instalasi utilitas pada September 2027.
Fase ketiga (Januari 2028 – April 2028) adalah tahap finishing dan testing untuk memastikan semua sistem bekerja optimal sebelum launching resmi. Targetnya adalah seluruh proyek dapat dioperasionalkan penuh pada bulan Juni 2028.
Proyek ini akan dimonitor ketat oleh tim manajemen universitas dan dewan pengawas untuk memastikan kualitas konstruksi, ketepatan anggaran, dan jadwal implementasi.
### Penutup
Pembangunan fasilitas dan infrastruktur Universitas Muhammadiyah Kendari senilai 150 miliar rupiah merupakan investasi besar yang mencerminkan komitmen institusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian. Dengan fokus khusus pada penguatan Unit Jurnal Ilmiah dan fasilitas riset, universitas bersiap untuk memasuki era baru sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan sumber daya manusia Indonesia.
Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada sinergitas antara semua stakeholder: manajemen universitas, civitas akademika, pemerintah daerah, dan mitra pendanaan. Dengan momentum yang sudah dimulai melalui acara groundbreaking ceremony 9 April 2026 lalu, optimisme untuk mewujudkan kampus yang lebih berkualitas dan modern terus bersemi.
Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya sedang membangun gedung dan fasilitas, tetapi membangun masa depan yang lebih cerah bagi generasi pelajar Indonesia di Sulawesi Tenggara.
—
Informasi kontak untuk liputan lanjutan:
Humas Universitas Muhammadiyah Kendari
Jl. Sultan Hasanuddin No. 45, Kendari
Telp: (0401) 3199999
Email: [email protected]