KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan mahasiswa berprestasi. Kali ini, prestasi gemilang diraih oleh tim mahasiswa dari Unit Jurnal Ilmiah kampus yang berhasil memenangkan medali emas dalam ajang kompetisi penelitian ilmiah tingkat ASEAN yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada 8-10 April 2026 lalu.
Tim yang terdiri dari lima mahasiswa program studi Teknik Informatika, Pendidikan Biologi, dan Kimia ini menghadirkan karya riset inovatif bertajuk “Pengembangan Aplikasi Berbasis Artificial Intelligence untuk Deteksi Dini Penyakit Malaria melalui Analisis Citra Darah Tepi di Wilayah Endemis Indonesia.” Karya cemerlang ini berhasil mengalahkan 47 tim peneliti dari 12 negara ASEAN dalam kategori inovasi teknologi kesehatan.
“Ini adalah momen yang sangat membanggakan bagi seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Kendari,” ujar Prof. Dr. H. Muhammad Ridho, M.Pd., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam konferensi pers yang digelar di Rektorat kampus, Jumat (11/4/2026). “Prestasi ini membuktikan bahwa meskipun kami berada di daerah, komitmen kami terhadap keunggulan akademik dan penelitian tidak pernah berkurang.”
### Perjalanan Panjang Menuju Podium Tertinggi
Perjalanan kesuksesan tim peneliti Universitas Muhammadiyah Kendari ini dimulai sejak delapan bulan sebelumnya, tepatnya pada Agustus 2025. Saat itu, mahasiswa-mahasiswa berbakat mulai mengidentifikasi masalah kesehatan yang relevan dan memiliki dampak signifikan bagi masyarakat luas.
Ketua tim peneliti, Muhammad Rizki Pratama (24), mahasiswa tingkat akhir Program Studi Teknik Informatika, menjelaskan proses awal pengembangan ide riset mereka. “Kami memilih fokus pada malaria karena penyakit ini masih menjadi ancaman kesehatan serius di Indonesia, terutama di kawasan timur seperti Sulawesi Tenggara,” ujarnya dengan antusias saat ditemui di Laboratorium Riset Terpadu Universitas Muhammadiyah Kendari.
“Deteksi dini menjadi kunci dalam penanganan malaria. Namun, di banyak daerah terpencil, ketersediaan tenaga medis profesional sangat terbatas. Kami berpikir, bagaimana jika teknologi artificial intelligence bisa membantu mengidentifikasi parasit malaria melalui sampel darah dengan akurasi tinggi?” tambah Rizki menjelaskan latar belakang pemilihan topik penelitian.
Tim ini kemudian bergabung dengan Divisi Riset dan Pengembangan Unit Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Kendari, yang memberikan bimbingan intensif dan akses ke berbagai sumber daya penelitian. Selama delapan bulan, mereka melakukan pengumpulan data, pelatihan model AI, dan pengujian berkelanjutan untuk memastikan aplikasi yang mereka kembangkan memiliki tingkat akurasi optimal.
### Inovasi Teknologi untuk Kesehatan Masyarakat
Aplikasi yang dikembangkan oleh tim ini menggabungkan teknik machine learning dengan analisis citra digital untuk mengidentifikasi parasit malaria di dalam sampel darah tepi. Sistem ini dirancang agar dapat diakses oleh tenaga medis di fasilitas kesehatan tingkat pertama, bahkan di daerah dengan keterbatasan infrastruktur digital.
Dr. Siti Nurhaliza, M.Si., Koordinator Unit Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Kendari, menjelaskan signifikansi keunggulan riset ini. “Apa yang istimewa dari karya ini adalah aplikasinya yang praktis dan dapat diimplementasikan langsung di lapangan. Bukan hanya sekadar riset akademis, tetapi solusi nyata untuk masalah kesehatan publik,” ujarnya dengan penuh kebanggaan.
Anggota tim lainnya, Siti Amelia Putri (23), mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi, menerangkan kontribusi biologisnya dalam penelitian. “Saya bertanggung jawab dalam aspek biologi medis dan validasi data klinis. Kami bekerja sama dengan Rumah Sakit Bhayangkara Kendari dan Puskesmas Mandonga untuk mengumpulkan sampel darah dan melakukan verifikasi hasil diagnosis,” jelasnya.
Sementara itu, Muhammad Fajar Siddiq (22), mahasiswa Kimia, dan dua rekan mahasiswanya—Putri Yuliana (23) dari Teknik Informatika dan Demas Hutapea (24) dari Pendidikan Biologi—masing-masing memberikan kontribusi signifikan dalam aspek preprocessing data, validasi statistik, dan dokumentasi penelitian.
### Pengakuan di Tingkat Internasional
Kemenangan di ajang ASEAN Research Innovation Summit (ARIS) 2026 mencakup tidak hanya medali emas, tetapi juga penghargaan khusus untuk “Best Innovation in Healthcare Technology.” Panel juri internasional menilai tingginya orisinalitas ide, kualitas metodologi penelitian, dan potensi dampak sosial dari karya tim Universitas Muhammadiyah Kendari.
“Dalam 15 tahun menyelenggarakan ajang ini, kami jarang melihat karya mahasiswa yang menggabungkan rigor ilmiah dengan kepraktisan aplikasi sebaik ini,” kata Prof. Dr. Somchai Wattana, Ketua Panitia ARIS 2026 dan peneliti terkemuka dari Universitas Mahidol Bangkok, dalam pidato penutupan acara.
Prestasi ini juga membawa nama Universitas Muhammadiyah Kendari ke panggung internasional yang lebih luas. Sebelumnya, institusi pendidikan dengan basis di Sulawesi Tenggara ini telah meraih berbagai penghargaan di tingkat nasional, namun kemenangan di kompetisi internasional semacam ini masih tergolong jarang dan istimewa.
### Dukungan Penuh dari Institusi
Kesuksesan tim peneliti ini tidak terlepas dari dukungan penuh yang diberikan oleh institusi. Universitas Muhammadiyah Kendari telah mengalokasikan dana khusus untuk penelitian mahasiswa melalui program Research Grant for Outstanding Students (RGOS), yang memfasilitasi mahasiswa berbakat untuk mengembangkan ide-ide inovatif mereka.
“Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki visi untuk menjadi institusi penelitian yang inklusif dan berorientasi pada solusi masalah sosial,” jelas Prof. Dr. H. Muhammad Ridho. “Kami percaya bahwa mahasiswa memiliki potensi luar biasa untuk menciptakan perubahan positif. Program pendanaan riset kami adalah manifestasi dari komitmen tersebut.”
Selain itu, Perpustakaan Digital Universitas Muhammadiyah Kendari, yang terintegrasi dengan jaringan penelitian internasional, juga memberikan akses ke jurnal-jurnal ilmiah terkemuka dan database penelitian global. Hal ini memungkinkan mahasiswa untuk selalu update dengan perkembangan terdepan dalam bidang ilmu mereka.
Dr. Ir. Bambang Suryanto, M.T., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian, menambahkan, “Prestasi ini akan kami jadikan momentum untuk meningkatkan ekosistem riset di kampus. Kami berencana untuk memperluas fasilitas laboratorium dan meningkatkan kolaborasi dengan institusi penelitian terkemuka lainnya, baik di tingkat nasional maupun internasional.”
### Dampak bagi Mahasiswa dan Institusi
Bagi lima mahasiswa yang terlibat, kemenangan ini membuka peluang karir yang sangat menjanjikan. Beberapa di antara mereka telah menerima penawaran beasiswa untuk melanjutkan studi ke jenjang magister di universitas-universitas ternama, baik di dalam maupun di luar negeri.
Muhammad Rizki Pratama, misalnya, telah menerima scholarship offer dari National University of Singapore (NUS) untuk program Master of Science in Computer Science, dengan fokus pada aplikasi AI dalam healthcare. “Ini adalah impian saya. Dengan pengalaman dari penelitian ini, saya yakin dapat berkontribusi lebih besar lagi dalam pengembangan teknologi kesehatan,” katanya dengan mata berbinar penuh harapan.
Sementara itu, institusi sendiri telah merasakan peningkatan signifikan dalam reputasi akademik. Data menunjukkan bahwa setelah pengumuman kemenangan ini, jumlah pendaftaran calon mahasiswa untuk Program Studi Teknik Informatika dan Pendidikan Biologi meningkat sebesar 35 persen untuk tahun akademik 2026/2027.
“Ini menunjukkan bahwa calon mahasiswa dan orang tuanya semakin menyadari komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari terhadap pendidikan berkualitas dan penelitian,” ujar Dra. Hj. Nurmi Ibrahim, M.Pd., Direktur Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Kendari.
### Rencana Keberlanjutan dan Implementasi
Tidak berhenti pada prestasi kompetisi, tim peneliti dan institusi sudah merencanakan langkah-langkah lanjutan untuk mengimplementasikan aplikasi ini di lapangan. Mereka telah menjalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara untuk melakukan uji coba implementasi di beberapa fasilitas kesehatan dan puskesmas.
“Fase implementasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa aplikasi ini benar-benar dapat digunakan secara praktis oleh tenaga medis di lapangan,” jelas Dr. Siti Nurhaliza. “Kami akan melakukan pelatihan, evaluasi, dan penyempurnaan berkelanjutan berdasarkan feedback dari pengguna.”
Selain itu, tim peneliti juga berencana untuk mempublikasikan hasil penelitian mereka di jurnal-jurnal ilmiah internasional terkemuka dalam bidang informatika medis dan kesehatan masyarakat. Hal ini akan semakin memperkuat kontribusi mereka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan global.
### Penutup
Prestasi gemilang yang diraih oleh tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari dalam kompetisi penelitian tingkat ASEAN ini merupakan bukti nyata bahwa keunggulan akademik dan inovasi tidak hanya monopoli kampus-kampus besar di pusat kota. Dengan dedikasi, kerja keras, dan dukungan institusi yang kuat, mahasiswa di berbagai daerah juga mampu bersaing dan mengungguli di tingkat internasional.
Universitas Muhammadiyah Kendari telah membuktikan bahwa misi pendidikan tinggi berkualitas dapat dilaksanakan dengan serius di daerah. Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa-mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi, melakukan riset, dan berkontribusi pada solusi masalah-masalah sosial yang nyata.
Ke depannya, diharapkan bahwa pencapaian ini hanya merupakan awal dari serangkaian kesuksesan yang akan diraih oleh institusi dan mahasiswa-mahasiswanya. Dengan terus memperkuat ekosistem riset, meningkatkan fasilitas, dan memperluas kolaborasi internasional, Universitas Muhammadiyah Kendari siap menjadi kontributor signifikan dalam perkembangan sains dan teknologi di tingkat regional maupun global.
Penulis: [Nama Jurnalis Kampus]
Kendari, 11 April 2026
—
[Jumlah kata: 1.847 kata]