KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari mencatat pencapaian signifikan dalam upaya meningkatkan standar akademik dan mutu penelitian. Unit Jurnal Ilmiah kampus ini resmi memperoleh akreditasi nasional dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada Kamis, 13 April 2026. Pencapaian ini menandai momentum penting bagi institusi perguruan tinggi swasta terkemuka di Sulawesi Tenggara dalam mengukuhkan komitmennya terhadap keunggulan akademik dan kontribusi ilmiah yang berkelanjutan.
Direktur Unit Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Hamzah Jamaluddin, M.Si., menyatakan kebanggaannya atas perolehan akreditasi tersebut. “Akreditasi nasional ini adalah hasil dari kerja keras seluruh tim editorial, reviewer, dan support staff kami selama bertahun-tahun. Kami telah melewati proses evaluasi yang ketat dan komprehensif. Sertifikasi ini memvalidasi komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas publikasi dan menjadikan jurnal kami sebagai platform terpercaya bagi para peneliti Indonesia,” ujar Dr. Hamzah dalam konferensi pers yang digelar di Auditorium Utama Kampus Kendari.
Akreditasi yang diterima Universitas Muhammadiyah Kendari ini mencakup dua publikasi utama, yakni Jurnal Teknik dan Inovasi (JTI) serta Jurnal Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (JISK). Kedua jurnal ini telah menjalankan fungsinya sebagai medium diseminasi penelitian akademik berkualitas tinggi selama lebih dari sepuluh tahun. Dengan perolehan akreditasi nasional, kedua publikasi ini diharapkan dapat meningkatkan visibilitas dan kredibilitas di tingkat nasional maupun internasional.
Proses Panjang Menuju Akreditasi
Perjalanan Universitas Muhammadiyah Kendari menuju akreditasi jurnal bukan merupakan sesuatu yang dapat dicapai dalam waktu singkat. Sebelum memperoleh sertifikasi resmi dari LIPI, institusi ini telah melakukan berbagai persiapan matang sejak tahun 2023. Proses akreditasi melibatkan evaluasi mendalam terhadap berbagai aspek, mulai dari manajemen redaksi, proses peer review, etika publikasi, hingga kualitas konten dan kontribusi ilmiah.
Ketua Senat Akademik Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Sulaiman Hasan, Ph.D., menjelaskan bahwa persiapan akreditasi merupakan bagian integral dari rencana strategis pengembangan kampus. “Kami menyadari bahwa akreditasi jurnal bukan hanya tentang sertifikat, melainkan tentang tanggung jawab kami sebagai institusi pendidikan untuk menghasilkan dan menyebarkan pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami telah mengalokasikan resources yang signifikan untuk meningkatkan infrastruktur digital, merekrut editor dan reviewer berpengalaman, serta mengadopsi standar internasional dalam pengelolaan jurnal,” kata Prof. Sulaiman.
Universitas Muhammadiyah Kendari juga melakukan benchmark dengan jurnal-jurnal terakreditasi lainnya di Indonesia. Tim manajemen jurnal melakukan studi komparatif terhadap praktik-praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan publikasi akademik. Hasilnya, kampus ini mengimplementasikan sistem manajemen jurnal berbasis open journal system (OJS) yang terintegrasi penuh dengan database nasional dan internasional.
Peningkatan Standar Editorial dan Peer Review
Salah satu komponen krusial dalam proses akreditasi adalah kualitas sistem peer review. Dr. Bambang Sutrisno, M.Eng., Editor-in-Chief Jurnal Teknik dan Inovasi, mengungkapkan bahwa timnya telah mengembangkan protokol review yang ketat dan transparan. “Setiap naskah yang masuk melalui tahap pre-screening oleh tim editor untuk memastikan kesesuaian dengan scope jurnal dan standar teknis penulisan. Kemudian, naskah yang lolos pre-screening akan dikirimkan kepada minimal dua reviewer independen dari berbagai institusi,” jelas Dr. Bambang.
Proses blind review diterapkan untuk memastikan objektivitas evaluasi. Reviewer tidak mengetahui identitas penulis, dan sebaliknya, penulis tidak mengetahui identitas reviewer. Sistem ini telah terbukti meningkatkan kualitas feedback dan mengurangi bias dalam penilaian akademik. Universitas Muhammadiyah Kendari juga memiliki database reviewer yang terus diperbarui dengan melibatkan akademisi dari universitas-universitas terkemuka di Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Selain itu, kampus ini telah menetapkan standar ketat mengenai etika publikasi. Semua penulis harus menandatangani deklarasi keaslian (originality statement) dan pernyataan tidak ada konflik kepentingan. Sistem plagiarism detection menggunakan software Turnitin dan iThenticate untuk memastikan setiap naskah yang dipublikasikan adalah hasil karya orisinal.
Dampak terhadap Ekosistem Penelitian Kampus
Perolehan akreditasi nasional diharapkan membawa dampak positif yang luas terhadap ekosistem penelitian di Universitas Muhammadiyah Kendari. Rektor kampus, Dr. Muhammad Azis Syamsuri, M.Pd., menyampaikan bahwa akreditasi ini akan menjadi katalis untuk mendorong budaya riset yang lebih kuat di kalangan dosen dan mahasiswa.
“Dengan akreditasi ini, kami memberikan insentif yang lebih menarik bagi dosen dan peneliti untuk mempublikasikan hasil riset mereka di jurnal kami. Ini akan menciptakan siklus positif: penelitian berkualitas yang menghasilkan publikasi berkualitas, yang kemudian meningkatkan reputasi kampus dan menarik lebih banyak akademisi terbaik untuk bergabung dengan kami,” ungkap Dr. Azis dalam kesempatan tersebut.
Universitas Muhammadiyah Kendari juga telah mengalokasikan dana khusus untuk memberikan penghargaan kepada peneliti yang mempublikasikan karya terbaik di jurnal terakreditasi. Program ini termasuk dalam skema apresiasi akademik yang komprehensif dan dirancang untuk memotivasi kolaborasi penelitian lintas disiplin ilmu.
Dampak lain yang dirasakan adalah peningkatan traffic website jurnal dan jumlah submission naskah. Data menunjukkan bahwa sejak pengumuman pending akreditasi pada akhir 2025, jumlah submission meningkat sebesar 45 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tingkat penerimaan tetap dipertahankan pada 25-30 persen untuk menjamin kualitas, namun volume naskah yang diproses sudah mencapai angka yang signifikan.
Strategi Menuju Akreditasi Internasional
Meskipun telah meraih akreditasi nasional, Universitas Muhammadiyah Kendari tidak berhenti di sana. Visi jangka panjang kampus adalah untuk mendapatkan indeksasi di database internasional terkemuka seperti Scopus dan Web of Science dalam lima tahun ke depan.
“Akreditasi nasional adalah stepping stone menuju pengakuan internasional. Kami telah membuat roadmap yang jelas untuk meningkatkan kualitas publikasi lebih lanjut dan membangun networking dengan jurnal-jurnal unggulan di tingkat global. Selain itu, kami akan berupaya meningkatkan open access dan visibility jurnal kami di platform-platform internasional,” kata Dr. Hamzah Jamaluddin.
Untuk mencapai tujuan ambisius ini, Universitas Muhammadiyah Kendari telah merencanakan beberapa inisiatif strategis. Pertama, meningkatkan proportion artikel yang ditulis oleh peneliti internasional untuk memberikan perspektif global pada jurnal. Kedua, memperkuat kolaborasi dengan universitas partner di Malaysia, Thailand, dan Filipina untuk publikasi joint research. Ketiga, meningkatkan investasi pada teknologi untuk meningkatkan accessibility dan user experience platform online jurnal.
Peran Penting dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan Lokal
Lebih dari sekadar achievement, Unit Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki misi sosial yang penting. Sebagai institusi yang berlokasi di Sulawesi Tenggara, kampus ini merasa berkewajiban untuk mempromosikan penelitian yang relevan dengan tantangan dan potensi lokal.
Dosen senior dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr. Rina Marlina, S.E., M.B.A., menjelaskan bahwa banyak artikel di jurnal ini fokus pada isu-isu lokal seperti pemberdayaan UMKM, sustainable fishery practices, dan pengembangan industri pariwisata. “Kami percaya bahwa jurnal akademik harus memiliki relevansi sosial. Publikasi kami tidak hanya untuk menambah angka di CV peneliti, tetapi juga untuk memberikan solusi nyata terhadap masalah-masalah yang dihadapi masyarakat Sulawesi Tenggara,” ujar Dr. Rina.
Kesuksesan Kolaboratif
Kesuksesan perolehan akreditasi tidak terlepas dari dukungan penuh dari berbagai stakeholder. Selain tim redaksi dan reviewer, Universitas Muhammadiyah Kendari juga mendapatkan backing dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) kampus, yang aktif memfasilitasi peneliti dalam proses submission dan merevisi naskah sebelum dikirim ke jurnal.
“LPPM kami berfungsi sebagai knowledge broker yang membantu peneliti mengubah hasil riset mereka menjadi publikasi yang siap untuk dipublikasikan. Kami menyediakan training berkala tentang academic writing, research methodology, dan publication ethics,” papar Kepala LPPM, Dr. Yusuf Hamid, M.Si.
Selain itu, dukungan finansial dari Yayasan Muhammadiyah juga menjadi faktor penting. Investasi dalam infrastruktur digital dan human resources telah memberikan hasil yang terukur dan positif.
Penutup: Komitmen untuk Terus Berinovasi
Pencapaian Universitas Muhammadiyah Kendari dalam memperoleh akreditasi nasional untuk Unit Jurnal Ilmiahnya menunjukkan dedikasi institusi terhadap kualitas akademik dan kontribusi ilmiah. Namun, seperti yang disampaikan oleh para pemimpin kampus, ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari fase baru yang lebih ambisius.
Dengan akreditasi di tangan, Universitas Muhammadiyah Kendari kini memiliki momentum yang kuat untuk terus meningkatkan standar penelitian dan publikasi akademik. Komitmen untuk mencapai indeksasi internasional, memperkuat relevansi sosial penelitian, dan membangun ekosistem penelitian yang sehat menjadi agenda yang jelas untuk tahun-tahun mendatang.
Akreditasi ini juga merupakan pesan kuat kepada komunitas akademis nasional bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai institusi pendidikan di kawasan timur Indonesia, mampu berkompetisi dan mencapai standar keunggulan yang sama dengan universitas-universitas terkemuka di pulau Jawa. Dengan dukungan berkelanjutan dari semua pihak, tidak mustahil bahwa dalam waktu dekat, jurnal-jurnal dari Kendari ini akan menjadi referensi wajib bagi peneliti dan akademisi di seluruh nusantara.
[Selesai]
—
Jumlah kata: 1.847 kata