Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari berhasil menyelenggarakan acara Festival Olahraga dan Seni Budaya mahasiswa yang meriah pada akhir pekan lalu. Kegiatan yang digelar selama empat hari tersebut melibatkan lebih dari 800 mahasiswa dari berbagai program studi, menciptakan suasana penuh antusiasme dan semangat kompetisi yang sehat di lingkungan kampus.
Acara bergengsi ini diselenggarakan di lapangan olahraga utama Universitas Muhammadiyah Kendari, tepatnya di area Kompleks Mahasiswa yang berlokasi di Jalan Sultan Pengeran Hidayat, Kendari. Festival yang mengangkat tema “Bersatu dalam Prestasi, Budaya Lokal untuk Masa Depan Cerah” ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk menunjukkan potensi mereka di luar aktivitas akademik reguler.
Latar Belakang dan Tujuan Kegiatan
Festival Olahraga dan Seni Budaya merupakan program tahunan yang dirancang oleh Unit Jurnal Ilmiah dan Biro Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Kendari untuk mengembangkan kompetensi soft skill dan kreativitas generasi muda. Kegiatan ini bertujuan tidak hanya untuk memberikan ruang ekspresi bagi mahasiswa, tetapi juga untuk memperkuat identitas budaya lokal Sulawesi Tenggara di tingkat perguruan tinggi.
Menurut informasi dari Tim Penyelenggara, persiapan acara ini telah dimulai sejak dua bulan sebelumnya dengan melibatkan berbagai organisasi mahasiswa. Dari Himpunan Mahasiswa Program Studi hingga Unit Kesenian Kampus, semua turut berkontribusi dalam memastikan kelancaran acara ini.
“Festival ini adalah bagian integral dari pengembangan mahasiswa kami di Universitas Muhammadiyah Kendari. Kami percaya bahwa pendidikan tidak hanya terbatas pada aspek akademik, tetapi juga harus mengembangkan karakter, kreativitas, dan jiwa sportivitas,” ungkap Dr. Syaiful Rahman, M.Si., Ketua Unit Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Kendari, saat diwawancarai pada Selasa, 15 April 2026.
Rangkaian Kegiatan dan Cabang Kompetisi
Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 menghadirkan beragam cabang kompetisi yang dirancang untuk memberikan kesempatan kepada semua mahasiswa, baik yang memiliki bakat olahraga maupun seni. Cabang-cabang tersebut mencakup:
Kategori Olahraga:
Kompetisi olahraga meliputi sepak bola, voli, badminton, tenis meja, bola basket, dan catur. Setiap cabang olahraga diikuti oleh tim dari berbagai fakultas, menciptakan persaingan sengit yang menghibur para penonton. Pertandingan sepak bola menjadi sorotan utama dengan kehadiran ribuan penonton yang memenuhi lapangan.
“Pertandingan sepak bola malam terakhir benar-benar mencuri perhatian. Antusiasme mahasiswa luar biasa tinggi. Mereka tidak hanya bermain untuk menang, tetapi juga menunjukkan sportivitas yang luar biasa,” jelas Budi Santoso, koordinator cabang olahraga dari Biro Kemahasiswaan, dalam sesi wawancara khusus.
Kategori Seni dan Budaya:
Untuk cabang seni budaya, festival menampilkan berbagai nomor pertunjukan yang mencerminkan kekayaan tradisi Sulawesi Tenggara. Kompetisi meliputi:
– Tarian Tradisional: Mahasiswa mempersembahkan tarian khas seperti Tari Poco-Poco Kendari dan tarian kreasi modern yang tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional.
– Lomba Sinematografi: Mahasiswa Program Studi Komunikasi menampilkan karya-karya dokumenter pendek berkualitas tinggi.
– Kompetisi Puisi dan Sastra: Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menampilkan karya-karya apresiasi sastra.
– Pertunjukan Musik: Berbagai band mahasiswa memeriahkan panggung dengan menampilkan musik tradisional dan kontemporer.
– Pameran Batik dan Kerajinan Tangan: Mahasiswa dari Fakultas Teknik dan Desain menampilkan karya-karya inovatif yang menggabungkan teknologi modern dengan motif batik tradisional.
Partisipasi Aktif Mahasiswa dan Dampak Positif
Salah satu aspek yang paling menonjol dari festival ini adalah tingkat partisipasi mahasiswa yang sangat tinggi. Menurut data dari penyelenggara, sebanyak 847 mahasiswa terdaftar dalam berbagai cabang kompetisi, mencakup mahasiswa dari semua tingkat akademik, mulai dari semester pertama hingga akhir.
“Saya sangat bangga dengan antusiasme mahasiswa kami. Tidak ada paksaan dalam mendaftar, tetapi mereka datang dengan sukarela dan penuh semangat. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa kami memahami pentingnya pengembangan diri secara holistik,” kata Ibu Dr. Hj. Siti Nurhaliza, M.Pd., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Kendari.
Dampak positif dari festival ini terlihat dari berbagai aspek. Pertama, festival memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk membangun network dan menjalin hubungan yang lebih erat antar program studi. Kedua, acara ini menjadi ajang showcase bagi bakat-bakat muda yang belum mendapat kesempatan tampil di tingkat yang lebih luas.
“Saya awalnya hanya coba-coba mengikuti lomba puisi, tetapi sekarang saya merasa lebih percaya diri. Saya bahkan sedang dihubungi oleh beberapa media lokal untuk menulis kolom mereka. Festival ini benar-benar mengubah perspektif saya tentang potensi diri sendiri,” cerita Andi Wijaya, mahasiswa semester lima dari Program Studi Sastra Indonesia.
Apresiasi dan Penghargaan
Acara penutupan festival yang diselenggarakan pada malam terakhir (14 April 2026) menampilkan penganugerahan penghargaan kepada pemenang dari setiap kategori kompetisi. Para pemenang diberikan piala, sertifikat, dan hadiah uang yang nilainya berkisar dari 500 ribu hingga 3 juta rupiah tergantung kategorinya.
Selain kategori juara, festival juga memberikan penghargaan khusus kepada individu atau kelompok yang menunjukkan semangat dan dedikasi luar biasa, meskipun tidak menjadi juara. Penghargaan ini bernama “Penghargaan Spirit of Festival” dan diberikan kepada 15 penerima yang dipilih oleh juri dan penyelenggara.
“Penghargaan Spirit of Festival sangat penting bagi kami. Kami ingin memberikan apresiasi kepada mereka yang mungkin tidak sampai ke podium tertinggi, tetapi menunjukkan komitmen dan nilai-nilai sportivitas yang sejati,” jelas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin, M.T., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutannya.
Peran Unit Jurnal Ilmiah dalam Dokumentasi
Unit Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Kendari memainkan peran penting dalam mendokumentasikan setiap momen festival. Tim dokumentasi terdiri dari 25 mahasiswa dari berbagai program studi yang secara profesional merekam setiap pertandingan dan pertunjukan untuk keperluan arsip dan publikasi.
“Dokumentasi yang kami lakukan bukan hanya sekadar mengabadikan momen, tetapi juga menghasilkan konten yang dapat dipublikasikan di jurnal kampus dan media sosial resmi universitas. Ini adalah bagian dari peran kami untuk mempublikasikan dan mengkomunikasikan kegiatan-kegiatan penting kampus,” ungkap Eka Putri Wijaya, Ketua Redaksi Unit Jurnal Ilmiah.
Tantangan dan Pembelajaran
Meskipun secara keseluruhan festival berjalan lancar, penyelenggara juga mengakui adanya beberapa tantangan yang dihadapi. Cuaca Kendari yang tidak selalu bersahabat menjadi salah satu hambatan, terutama dalam menjaga konsistensi jadwal pertandingan.
“Kami menghadapi tantangan cuaca, terutama pada hari kedua ketika hujan deras mengganggu pertandingan outdoor. Namun, mahasiswa dan penonton kami tetap antusias. Ini menjadi pembelajaran bagi kami untuk lebih baik mempersiapkan kontingensi di festival tahun depan,” kata Budi Santoso.
Selain itu, keterbatasan infrastruktur juga menjadi catatan untuk perbaikan ke depan. Namun, penyelenggara optimis bahwa dengan dukungan universitas dan alumni, fasilitas dapat ditingkatkan.
Visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk Pengembangan Mahasiswa
Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen pada pengembangan holistik mahasiswa, terus mendorong kegiatan-kegiatan yang mengembangkan kompetensi lulusan di luar ranah akademik. Kompetensi soft skill seperti leadership, teamwork, kreativitas, dan communication skill menjadi fokus utama.
“Visi kami adalah menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, kreativitas yang tinggi, dan jiwa entrepreneur yang baik. Festival Olahraga dan Seni Budaya adalah salah satu instrumen untuk mencapai visi tersebut,” kata Prof. Dr. Ir. Jamaluddin, M.T., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari.
Menurut Rektor, program-program serupa akan terus dikembangkan dengan melibatkan semua stakeholder kampus, termasuk akademisi, mahasiswa, dan orang tua mahasiswa.
Respons Positif dari Komunitas Kampus
Respons dari berbagai pihak kampus sangat positif. Para dosen bahkan turut memberikan dukungan dengan hadir menyaksikan pertandingan dan pertunjukan mahasiswa mereka. Beberapa dosen juga memberikan nilai tambahan (bonus nilai) bagi mahasiswa yang aktif berpartisipasi dalam festival.
“Kami percaya bahwa keterlibatan dalam kegiatan ekstrakurikuler tidak mengganggu prestasi akademik, tetapi justru melengkapinya. Mahasiswa yang aktif dalam kegiatan seperti ini biasanya memiliki manajemen waktu yang lebih baik dan prestasi akademik yang kompetitif,” tambah Dr. Hj. Siti Nurhaliza.
Penutup dan Harapan ke Depan
Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Kendari telah membuktikan bahwa kampus ini memiliki komitmen yang serius dalam pengembangan mahasiswa secara menyeluruh. Keberhasilan event ini, ditandai dengan tingginya partisipasi, kualitas pertandingan dan pertunjukan, serta semangat positif yang tercipta, menjadi fondasi yang kuat untuk penyelenggaraan festival di tahun-tahun mendatang.
Penyelenggara sudah merencanakan perbaikan dan pengembangan untuk festival 2027, termasuk penambahan cabang kompetisi, peningkatan fasilitas, dan mungkin perluasan skala untuk melibatkan universitas-universitas lain di Sulawesi Tenggara.
“Kesuksesan festival ini adalah kesuksesan bersama. Terima kasih kepada semua mahasiswa yang berpartisipasi, para dosen yang mendukung, staf kampus yang bekerja keras, dan terutama kepada Unit Jurnal Ilmiah yang telah mengoordinasikan acara ini dengan sangat baik,” ucap Prof. Dr. Ir. Jamaluddin, M.T., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam penutupan acara.
Diharapkan bahwa momentum positif ini dapat terus dijaga dan dikembangkan, menciptakan budaya kampus yang dinamis, kreatif, dan supportif terhadap pengembangan potensi setiap mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari.
—
Ditulis oleh: Tim Redaksi Unit Jurnal Ilmiah
Universitas Muhammadiyah Kendari
15 April 2026